Yayasan Insan Nurul Baraya Didirikan untuk Kemandirian Umat

BANDAR LAMPUNG: Perjuangan butuh pengorbanan dan komitmen tinggi. Demikian  disampaikan Ustadz Suhendar, S.E., Ak.,  M.S.Ak, Wakil Syuriah MWC NU Sukarame, Bandar Lampung, Senin 1 Februari 2020.

Dosen UIN Raden Intan Lampung itu mengatakan, Pancasila sebagai falsafah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara adalah suatu landasan kehidupan yang mengandung nilai-nilai keseimbangan lahiriah dan batiniah, sehingga menjadikan kehidupan yang sejahtera bagi pengamalnya.

Permasalahan yang timbul adalah ternyata Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu tingkat kesadaran dan kualitas manusianya belum sama bahkan cenderung masih lemah. “Padahal potensi untuk itu ternyata masih cukup tersedia pada dirinya dan terutama di lingkungan generasi muda sebagai pewarisnya, ” katanya.

Terdorong oleh kondisi dan situasi itu maka,  Yayasan Insan Nurul Baraya yang bermanhaj ahlu sunah wal jama’ah mengembangkan kiprahnya dalam menanamkan keimanan dan ketakwaan umat yang diwarnai dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berwawasan lingkungan.

Suhendar menjelaskan, cikal bakal berdirinya Yayasan Insan Nurul Baraya adalah dibentuknya Tim Hadroh Al-Baraya dan Rumah Baca Qur’an Al-Baraya pada 22 Oktober 2019 atau bertepatan dengan Hari Santri Nasional.

Kegiatan demi kegiatan terus dilakukan oleh Tim Hadroh dan Rumah Baca Qur’an dengan tujuan membangkitkan ghiroh umat agar senantiasa menyiarkan Islam melalui seni musik islami hadroh dan menuntut umat agar Al-Qur’an menjadi pedoman hidup untuk menuju kesempurnaan lahiriyah dan batiniah. 

“Setelah berdirinya Tim Hadroh dan Rumah Baca Qur’an, terdapat beberapa usulan dari umat agar dapat mendirikan pondok pesantren. Tetapi sebelum pondok pesantren didirikan beberapa jamaah melakukan obrolan santai dalam suatu majelis dengan menyatukan tekad dan agar Hadroh dan Rumah Baca Qur’an tetap dalam satu rumpun. Maka keluarlah ide untuk mendirikan sebuah rumah tempat bernaung semua kegiatan tersebut yaitu Yayasan Insan Nurul Baraya, tepatnya tanggal 22 Oktober 2020, lagi-lagi bertepatan dengan Hari Santri Nasional dan satu tahun pasca berdirinya Tim Hadroh dan Rumah Baca Qur’an,” ungkapnya.

Ustadz Suhendar menambahkan, kemudian diadakan rapat pembentukan Yayasan Insan Nurul Baraya yang dihadiri oleh sejumlah rekannya, seperti Haji Raman, Restitah, Aji Ramansyah,  Rosmawati, Miswanto dan dan Gito Cahyono untuk mendirikan Yayasan Insan Nurul Baraya.

Proses administrasi mulai disiapkan  untuk memenuhi syarat pendirian yayasan. Pada 7 Januari 2021 lalu, keluar akta notaris pendirian Yayasan Insan Nurul Baraya dengan Akta Notaris Intan Maycasari Nomor 01 Tahun 2021.

Beberapa hari kemudian disusul dengan terbitnya Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, dengan daftar Yayasan Nomor AHU-0001090.AH.01.12 Tahun 2021 tanggal 11 Januari 2021.

Saat ini yayasan sudah memulai usaha baru untuk kemandirian  organisasi dengan membuka catering nasi kotak, produksi jaket Al-Baraya, stiker Al-Baraya (mengandung pesan-pesan Islami) yang semua hasil usaha akan digunakan untuk kemaslahatan umat. 

Menurutnya, Kesuksesan pembangunan manusia sempurna (insan kamil) dan pembinaan masyarakat Islam, banyak terfokus pada kesempurnaan peribadatan dan pendidikan untuk sampai pada visi itu. Yayasan yang berlokasi di Jl. Nangka 3 kelurahan Kopri Jaya Kecamatan Sukarame Kota Bandar lampung ini rencananya dikembangkan menjadi pendidikan formal dari mulai ibtidaiyah (SD), Tsanawiyah (SMP), Aliyah (MA/SMA) dan Non Formal yakni PAUD dan PKBM.

Kemudian pendidikan pesantren dari kitab-kitab kuning Ahlusunnah wal Jama’ah an-Nahdiyyah ditambah dengan keterampilan berwirausaha, LKP Komputer dan Pertanian/peternakan serta Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Iptek.

Untuk mencapai usaha tersebut, maka perlu komitmen dan ikhtiyar bersama serta dukungan seluruh masyarakat agar niat Yayasan Insan Nurul Baraya untuk mendirikan Pondok Pesantren Al-Baraya segera terwujud dan dirihoi Allah SWT. (Rifai Aly)