Wakil Katib Syuriah PWNU Lampung : Ber-NU Tanpa Amaliyah Maka Kosong

LAMPUNG TENGAH – Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Punggur, Lampung Tengah kembali menggelar agenda rutin bulanan, yakni Lailatul Ijitima’, Selasa malam, 15 Desember 2020. Kegiatan tersebut diadakan di komplek masjid Nahdlatul Ukhwah, Dusun V Morodadi, Kampung Nunggalrejo, Punggur, Lampung Tengah.

Wakil Ketua MWC NU Punggur, Gus Alie Fadhilah Musthofa menyampaikan karena Lailatul Ijitima dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, maka diharapkan para jamaah yang hadiri wajib melaksanakan tertib protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah dan PBNU. Seperti wajib menggunakan masker selama kegiatan pengajian berlangsung, menjaga jarak, dan mencuci tangan ditempat yang telah disiapkan atau senantiasa membawa handsanitizer.

Rangkaian kegiatan Lailatul Ijitima’ di MWC NU Punggur diawali dengan istigasah yang dipimpin oleh Wakil Rais Syuriyah MWC NU Punggur, Kiai Musangit dan dilanjutkan Kajian Aswaja oleh Wakil Katib Syuriah PWNU Lampung, sekaligus Pengasuh Pesantren Wali Songo Sukajadi, Wates, Bumiratu Nuban, Lampung Tengah, Kiai Syaikhul Ulum Syuhada.

Kiai Syaikhul Ulum Syuhada, dalam muidhoh hasanahnya menyampaikan, NU didirikan oleh para ulama untuk mewadahi amaliyah faham ahlussunnah wal jamaah di Indonesia. Kiai Syaikhul mengibaratkan NU secara struktur (organisasi) adalah badan sedangkan secara kultur (amaliyah) adalah jiwa.

Hanya ber-NU tanpa amaliyah seperti yasinan, manaqib, maulid, dan lain-lain bagaikan badan tanpa jiwa maka akan kosong. Sebaliknya hanya amaliyah saja tanpa ada NU bagaikan jiwa tanpa badan, tidak akan kuat dan gampang goyah.”



“Hanya ber-NU tanpa amaliyah seperti yasinan, manaqib, maulid, dan lain-lain bagaikan badan tanpa jiwa maka akan kosong. Sebaliknya hanya amaliyah saja tanpa ada NU bagaikan jiwa tanpa badan, tidak akan kuat dan gampang goyah,” ujar Kiai yang juga alumnus Pascasarjana IAIM NU Kota Metro ini.

Kegiatan rutinan Lailatul Ijitima’ MWCNU Punggur, tersebut dihadiri ratusan warga nahdliyyin yang tersebar di sembilan ranting NU, yaitu Ranting NU Sidomulyo, Tanggul Angin, Badran Sari, Sri Sawahan, Nunggal Rejo, Totokaton, Astomulyo, Ngestirahayu, dan Ranting NU Mojopahit. (Akhmad Syarief Kurniawan)