Perginya Seorang Motivator Berjiwa Sosial (Obituari Gatot Arifianto)

WAY KANAN–Kepergian Gatot Arifianto mengejutkan banyak pihak. Pasalnya hampir tak ada yang tahu akan penyakit yang dideritanya.

Dia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (07/11/2020) dini hari di kediamannya di Blambangan Umpu, Way Kanan.

Istrinya mengatakan jika Gatot dalam keadaan sehat, bahkan sore harinya masih sempat mengajak anak-anak keliling mengendarai sepeda motor.

“Sekitar jam dua dini hari saya terbangun tatkala mendengar dengkuran dari beliau yang tak biasa. Saya kaget karena suaranya keras dan aneh. Tak lama kemudian beliau sudah menghembuskan napas terakhir dalam posisi sudah mendekapkan tangan,” tutur istrinya, Susana Ekawati, saat dihubungi nulampung.or.id melalui pesan whatsapp.

Gatot merupakan sosok yang luar biasa dalam pandangan masyarakat, khususnya di kalangan NU. Sejumlah aktivitas keorganisasian digelutinya. Ia merupakan Asisten Informasi dan Komunikasi (Asinfokom) serta Instruktur Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Barisan Ansor Serba Guna (Banser).

Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, 23 Januari 1979 itu juga menjabat sebagai Kepala Satuan Khusus Wilayah (Kasatsuswil) Banser Husada Lampung. Banser husada yaitu bidang yang mengemban tugas kemanusiaan di bidang kedokteran dan kesehatan di organisasi Banser.

Banser sendiri merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) dari Gerakan Pemuda Ansor.

Sebelumnya Gatot Arifianto adalah Ketua GP Ansor Kabupaten Way Kanan periode 2014-2018. Di bidang jurnalistik, beliau pernah menjadi wartawan LKBN Antara untuk wilayah Way Kanan dan sekarang tercatat aktif sebagai pewarta di NU Online.

Refki Dharmawan, Ketua KPU Way Kanan, yang sempat bersama dalam membesarkan Ansor Way Kanan, mengatakan, beliau orang yang sangat luar biasa. Sebagai seorang jurnalis beliau profesional dan dikenal sangat santun.

“Dalam pergaulan sehari-hari beliau adalah orang yang sangat baik, santun dan ramah. Dia juga orang yang sangat kreatif dan berjiwa sosial,” katanya.

Mantan jurnalis ini menuturkan, banyak hal-hal positif yang telah dilakukan Gatot selama hidupnya. Beliau berupaya agar anak-anak muda atau remaja selalu berpikir positif, dengan mengadakan kegiatan yang bermanfaat.

“Dia adalah seorang motivator yang banyak merubah perilaku remaja dan anak muda, khususnya di Way Kanan,” ujarnya.

Refki mengungkapkan di masa kepemimpinan Gatot, GP Ansor Way Kanan kembali hidup. Banyak kegiatan-kegiatan sosial yang digelar dengan menggandeng banyak pihak.

Belakangan,  kegiatan sosial yang digelar bapak empat anak itu meluas ke beberapa daerah Lampung bahkan ke Sumatera Selatan.

Selamat jalan sahabat Gatot, perjuanganmu di dunia sudah selesai. Semoga husnul khatimah. ( Disisi/Ila)