Ketua Rijalul Ansor Bandar Lampung Kecam Pernyataan Maher At-Thuwailibi

BANDAR LAMPUNG- Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandar Lampung mengecam pernyataan Maher At-Thuwailibi yang dinilai menghina tokoh Nahdatul Ulama (NU) yaitu panglima tertinggi Banser Indonesia, Al-Habib Luthfi bin Ali bin Yahya dan Rois Syuriah PBNU Gus Baha.

Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kota Bandar Lampung, Azat Sudrajat menyampaikan kecaman keras kepada pria bernama asli Soni Eranata atas penghinaannya kepada Maulana Al-habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.

“Kami Meminta Kepada Soni Eranata alias Maaher At-Tuwailibi untuk meminta maaf secara langsung kepada guru kami Maulana Al-habib Luthfi bin Ali bin Yahya, dan meminta kepada aparat kepolisian untuk menindak secara hukum atas kasus penghinaan dan pencemaran nama baik,” ujar Azat.

Sementara Komandan Banser Bandar Lampung sekaligus mewakili Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bandar Lampung mengatakan bahwa pernyataan dari Soni Erawan alias Maaher At-Tuwailibi sudah menciderai hati Kaum Nahdhiyin, khususnya para pemuda Ansor dan Banser Kota Bandar Lampung. Namun, Bang Mamat, sapaan akrab Kasatkorcab Banser Bandar Lampung tersebut mengaku tetap akan mengikuti komando dari  Pimpinan Pusat GP Ansor.

“Kami akan satu komando, apapun yang kami lakukan tetap tidak melebihi dari apa yang diintruksikan pengurus pusat,” ujar Bang Mamat.

Perlu diketahui, beberapa hari ini, keluarga besar Nahdhatul Ulama dibuat geram dengan cuitan dari Maaher At-Tuwailibi atau Soni Eranata di media sosial pribadinya, yang saat ini telah dihapus. Ia mengunggah foto Maulana Al-habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya dengan peci yang ditutup semacam kafiyeh menyerupai kerudung. Maheer menuliskan cuitannya dengan kalimat tidak sopan. “Iya tambah cantik pake jilbab. Kayak kyai Banser ini ya,” cuitan lama Maheer At-Thuwailibi itu. (Asep Kristiyanto)