1500 Lebih Paket Kebutuhan Pokok Telah PCNU Way Kanan Salurkan Selama Ramadan

WAY KANAN– Bulan suci Ramadan 1442 Hijriyah berakhir sudah. 30 hari Ramadan menemani umat Islam di seluruh penjuru negeri, begitu banyak yang memanfaatkannya dengan berbagai aktivitas dan kegiatan positif.

Salah satunya ialah berbagi dengan sesama, sebagaimana yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung.

Sepanjang Ramadhan 1442 H, PCNU Way Kanan telah menyalurkan lebih dari 1500 paket kebutuhan pokok kepada masyarakat setempat melalui kegiatan safari dan bhakti Ramadan bersama Keluarga Besar NU. Paket tersebut disalurkan melalui Majelis Wakil Cabang NU (MWC NU) di 15 kecamatan se-Kabupaten Way Kanan pada 30 April hingga 5 Mei lalu.

Sekretaris PCNU Way Kanan, Ustadz Bambang Susilo, mengatakan, paket yang disalurkan pihaknya tersebut merupakan swadaya KBNU setempat, baik badan otonom (banom) ataupun lembaganya.

“Alhamdulillah, kegiatan safari dan bhakti Ramadan yang kita gagas bersama, berhasil dilaksanakan dengan baik dan sukses,” katanya di Buay Bahuga, Way Kanan, saat dikonfirmasi, Senin 17 Mei 2021.

Adapun sasaran penerima paket tersebut difokuskan terhadap guru ngaji kampung serta fakir yang membutuhkan.

Senada dengan dengan Ustadz Bambang, Koordinator Wilayah (Korwil) PCNU Way Kanan untuk Kecamatan Gunung Labuhan, Ustadz Supriyanto, menuturkan, kegiatan berbagi kebutuhan pokok merupakan bentuk pengabdian NU terhadap masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap semoga bermanfaat dan bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk selalu melakukan kebaikan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PCNU Way Kanan, KH Nurhuda mengimbau masyarakat tetap mentaati peraturan pemerintah terkait protokol kesehatan.

Hal tersebut, menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Muhsin Kampung Negeri Batin, Kecamatan Umpu Semenguk, Kabupaten Way Kanan itu, merupakan bentuk ikhtiar kepada Allah.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini belum selesai, bahkan justru semakin mengkhawatirkan. Melihat informasi di televisi dan media sosial, yang terjadi di Nlnegara India setelah perayaan keagamaan yang diikuti jutaan umat di sana, yang mengabaikan protokol kesehatan justru menjadi musibah yang saat ini dikenal dengan tsunami Corona. Di mana orang-orang bergelimpangan di jalan, trotoar dan tempat lain karena rumah sakit tidak mampu melayani semua pasien.

“Kejadian tersebut harus menjadi cerminan bagi kita agar lebih taat dan patuh lagi terhadap peraturan, dan lebih mendekatkan diri kepada Allah, ” ujar Kiai Huda.

 
( Disisi Saidi Fatah)