IMG-20180123-WA0036

Syuriah PWNU: Alumni Mesir harus menjadi pioner dalam pemahaman Islam yang moderat

KAIRO- Wakil Rois Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung Dr. KH Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai macam informasi saat ini, memunculkan sekelompok orang yang memiliki pemahaman tekstual yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan dan diharapkan Rasulullah SAW.

Hal ini disampaikannya didepan jamaah Majelis Sholawat Saha Indonesia di Mesir saat melakukan kunjungan satu Minggu  untuk mengisi beberapa acara serta melakukan kegiatan penelitian, Senin (23/1).

“Sekarang ini banyak sekali kelompok atau paham-paham yang salah dan salah salah paham dan yang paling parah adalah yang nggak paham-paham,” jelasnya pada kegiatan yang dihadiri oleh beberapa Syekh Al-Azhar diantaranya Syekh Dr.  Said Ali, Mantan Wakil Menteri Wakaf (Wizaratul Auqof)  Mesir, Syekh Muhammad Zaghlul Imam Masjid Al-Azhar,  Syekh Muhammad Fauzi,  Syekh Muhammad Illiwah Imam Masjid Al-Azhar,  Syarif Muidzal-Idrisi, Mahmud Al-Azhari,  ‘Ashim As-Said serta ratusan Mahasiswa Indonesia.

Oleh karenanya Ketua Majelis  Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini mengajak Mahasiswa Alumni Mesir harus menjadi pioner dalam pemahaman Islam yang moderat, tidak cenderung kekiri (radikal) ataupun kekanan (sekuler). Apalagi saat kembali ke tanah air nantinya para Alumni harus mampu menyampaikan dakwah Islamiyyah dengan ke-wasathiyyahannya.

“Dan yang paling utama adalah mudah-mudahan kedepan bisa menjadi ulama pencerah bangsa dan agama dan menjadi pelopor bagi Islam untuk menjadi rahmatan lil alamiin, dan mempertahankan yang lama dan mengambil hal yang baru,” harapnya.

Kiai yang memiliki selera humor tinggi ini merasakan atmosfer positif sekama berada dimesir serta merasa nyaman berkumpul bersama keluarga besar Mahasiswa Indonesia di Mesir.

“Saya merasa betah disini, dan saya baru tahu hari ini kalau Mahasiswa Al-Azhar itu nggak mau pulang karena betah dengan atmosfer shalawat yang ada di Kairo Mesir ini, bahkan sampai 10 dan 20 tahun belajar disini,” katanya disambut tawa yang hadir.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Simtud Duror,  kemudian di bacakan Hadits Arbain Rifa’iyyah oleh Syekh Saiid Ali. Dilanjutkan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an oleh empat qori yang merupakan Imam Masjid Al-Azhar Kairo.

Pada kunjungan ke Mesir, Dosen Pasca Sarjana UIN Raden Intan Lampung ini juga berkesempatan mengunjungi Mufti Darul Ifta, Syekh Dr.  Ahmad Anwar Syalabi dan ke Perpustakaan. Ini dilakukan untuk meneliti persoalan Otoritas fatwa MUI dan Darul Ifta Al Mashriyyah dalam bidang ekonomi islam.

“Dan sepertinya ada beberapa persamaan antara fatwa-fatwa yang dikeluarkan MUI dengan Majlis Fatwa Mesir,” ungkapnya dihubungi via telepon saat menjelaskan penelitian yang berjudul Otoritas Fatwa DSN MUI dan Darul Ifta’ (Study Komparasi Produk Fatwa DSN MUI dan Darul Ifta’ Mesir tentang Ekonomi Syariah).

Selain menjadi pembicara pada pengajian Majelis Sholawat Saha Indonesia di Darosah Kairo Mesir, Ia juga akan melakukan silaturrahmi dan ramah tamah dengan keluarga besar Ikatan Mahasiswa Lampung  (IKMAL) yang ada di Mesir pada Rabu (24/1/18).

“Silaturahmi saya dan Istri ini juga dinawaitukan untuk mengunjungi putra sulung saya Ahmad Musyaddad Kholil yang masih belajar di Universitas Al Azhar dan Istrinya Ita Hidayatul Baiti serta cucung tercinta Habibi Muhammad ” pungkasnya. (Muhammad Faizin/Sunarto).

 

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this