IMG_20171204_135354(1)

Suka atau Tidak, Empat Pilar Kebangsaan Harus Dipertahankan

BANDAR LAMPUNG- Bangsa Indonesia merupakan sebuah Negara yang ditakdirkan yang maha kuasa berdiri diatas sebuah keberagaman. Demikian itu merupakan anugerah yang patut disyukuri oleh semua warga Negara.

Akan tetapi keberagaman tersebut menjadi sebuah ikatan sekaligus wadah bagi bangsa Indonesia untuk maju. Melalui empat pilar kebangsaan yang menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni pancasila, bhineka tunggal ika, dan Undang-Undang Dasar 1945 serta NKRI. Keempat pilar kebangsaan tersebut adalah merupakan warisan leluhur atau para pendiri bangsa agar tetap terus dipertahankan oleh para generasi penerus.

Hal itu disampaikan oleh ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo saat mengisi materi tentang empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Pembangunan, di masjid Al Hikmah Sukarame Bandar Lampung, Senin,(04/12/17).

“4 pilar kebangsaan adalah merupakan warisan para ulama dan pendiri bangsa yang harus sama-sama kita jaga dan terus pertahankan. Suka atau tidak suka kita semua berkewajiban untuk menjaganya,” terangnya.

Lebih lanjut, Adji menjelaskan bahwa terbentuknya 4 pilar kebangsaan sebagai sebuah konsensu atau kesepakatan bersama dalam kehidupan berbangsa, bukan tanpa proses yang panjang dan mudah. Namun kesepakatan itu didapatkan dengan berbagai macam pengorbanan, yang pada akhirnya menjadi sebuah landasan bersama seluruh bangsa Indonesia. “Bila diera milenial atau zaman now ada sekelompok orang atau golongan yang ingin berusaha mengganti apa yang sudah menjadi pilar kebangsaan kita, maka mereka berarti telah menjadi pengkhianat terhadap perjuangan para pendiri bangsa,” tegasnya.

Pemuda diera milenial seperti sekarang ini, lanjut Adji, tengah mengalami deficit kenegarawanan. Banyak yang berjuang mati-matian membela agamanya, namun mengabaikan bangsanya, begitu juga sebaliknya ada yang dengan gigih membela bangsanya, namun tidak memperhatikan nilai-nilai keagamannnya.”Tidak ada jalan lain adalah dengan mengingat, mempelajari dan mengembalikan pemahaman kita terhadap nilai-nilai luhur kita dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (Sunarto)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this