Lambang_Kabupaten_Tulang_Bawang

Soal Pidato Bupati, Kominfo Tulang Bawang Tegaskan Bupati Tidak Pernah Pidato Bertentangan dengan Idiologi Negara

TULANG BAWANG- Menanggapi pemberitaan di nulampung. or. id, agar tidak terjadi kesalahpahaman, tentang dugaan kata-kata khilafah dalam konsep untuk sambutan pidato Idul Fitri 1440 Hijrah, yang menyatakan bahwa Bupati Tulangbawang menyebutkan tentang paham khilafa, hal ini tidak benar, sebab saat sambutan Sholat Idul Fitri, Bupati tidak ada perintah dan tidak tahu sama sekali sambutan Bupati yang isinya ada kalimat khilafah, karena konsep tersebut tidak pernah sampai ke Bupati, sebab yang sampai ke Bupati, konsep yang telah terkoreksi dan tidak ada kata-kata khilafah.

Apalagi sebagaimana diketahui, Bupati tidak pernah memberi ruang untuk berkembangnya faham tersebut, bahkan Bupati sudah mengganggarkan BAKOR PAKEM untuk mendeteksi awal gejala gerakan yang radikal yang merongrong NKRI.

Jadi perlu diketahui, terkait kenapa muncul kalimat khilafah, itu tidak disengaja dan konseptor tidak faham arti kalimat tersebut dan sudah diklarifikasi kepada pihak terkait. Kesalahan ini murni human error dan konsep yang salah tersebut tidak sampai ke Ibu Bupati, karena telah dikoreksi terlebih dahulu.

Demikian disampaikan Plt. Kepala Diskominfo Tulangbawang, Dedi Palwadi, bahwa konsep Pidato adalah bagian Tupoksi Diskominfo Tulangbawang. Dalam hal materi Diskominfo berkoordinasi dengan satker terkait materi pidato/sambutan Bupati.

Dalam masalah Konsep Sambutan Pidato Idul Fitri 1440 H, Diskominfo mendapat arahan untuk menyampaikan beberapa hal diantaranya : Ucapan Selamat Hari raya Idul Fitri 1440 H, Permohonan Maaf secara pribadi dan Pemerintah Daerah terhadap Masyarakat. Ucapan terimakasih atas Selesainya pesta Demokrasi di Tulangbawang yang berjalan kondusif. Ajakan untuk terus menjaga kerukunan antar masyarakat, menjaga persatuan. Mengundang masyarakat untuk Halal bihalal di rumah dinas Jabatan Bupati.

“Diskominfo Tulangbawang membuat konsep secara berjenjang oleh konseptor lalu dikoreksi oleh kasi/kepala bidang dan selanjutnya dikoreksi oleh kadis untuk dikirim ke sekretariat Daerah melalui bagian protokol,” terangnya.

Karena pada konsep sambutan Idul fitri secara berjenjang Diskominfo telah melaksanakan koreksi dan konsep awal telah dikoreksi pada kata khilafah. Setelah dikoreksi dan dihilangkan kata khilafah, file konsep sambutan tersebut dikirim secara elektronik ke bagian protokol untuk disebarkan dan dibacakan oleh camat Se-Tulangbawang.

“Kesalahan terjadi pada saat kominfo membagikan file awal yang belum terkoreksi. Atas kesalahan ini, Kominfo telah diperintahkan untuk melakukan klarifikasi ke Ketua PC NU Tulangbawang, Kiyai Dimyati Rifai pada hari Kamis tanggal 6 Juni 2019 bersama Ketua MUI Tulangbawang Ustadz Hi. Yantori dengan mendatangi kediaman Kiyai Dimyati Rifai di Rawajitu Selatan,” jelasnya.

Pada kiyai Dimyati Rifai selaku ketua PC NU Tulangbawang disampaikan : Permohonan Maaf atas kelalaian Diskominfo Tulangbawang sehingga tersebar file yang salah ke Kecamatan. Bahwa Konsep Sambutan Idulfitri yang beredar adalah konsep yang belum direvisi. Konsep yang disampaikan untuk Ibu Bupati adalah konsep yang telah direvisi, tidak ada pembahasan tentang khilafah.

“Ibu Bupati Ttdak membacakan konsep yang salah, beliau menyampaikan sambutan  hanya mencuplik point-point pada konsep sambutan. Pada Kiyai Dimyati Rifai sudah diperdengarkan sebagian video sambutan sebelum sholat idulfitri 1440 H, tidak ada kata-kata tersebut yang diucapkan Ibu Bupati,” ujarnya.