IMG-20190411-WA0013

Santri Milenial Harus Bisa Menjawab Tantangan Teknologi 4.0

BANDAR LAMPUNG- Santri zaman sekarang atau yang terkenal dengan istilah santri milenial, bukan saja dituntut untuk memahami ilmu agama sebagai pondasi dasar, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan global serta kemajuan teknologi seperti sekarang ini.
Demikian dikatakan Kabid Peternakan kota Bamdarlampung Ichwan Adji Wibowo saat kegiatan Bimbingan Teknis Kompetensi Kelompok  Santri Tani Milenial (KSTM), di pondok pesantren Hidayatul Islamiyyah, 11-12/4/19.
Lebih lanjut Adji menjelaskan bahwa kemajuan industri dan teknologi seperti sekrang ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh para santri agar nantinya selepas dari pesantren bisa juga ikut bersaing dengan dunia luar.
“Kita sudah memasuki era kemajuan teknologi, memasuki era 4.0, mau atau tidak mau, suka atau tidak suka, ini harus dimanfaatkan para santri agar setelah dari pondok kita bisa dan mampu bersaing dengan dunia luar, sehingga anggapan orang kalau santri tidak bisa bersaing itu terbantahkan dengan sendirinya,” ujar ketua PCNU Bandarlampung tersebut.
Selanjutnya dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, juga memudahkan untuk membuka usaha atau enterpreuner, dan santri juga harus melihat ini sekaligus mengambil peran didalamnya.
“Itulah kenapa melalui program KSTM ini kita harapkan santri-santri bisa memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menjadi seorang wirausaha atau pengusaha nantinya,” ungkapnya.
Program KSTM merupakan salah satu program pemerintah pusat yang bekerjasama dengan Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI NU). Selanjutnya RMI Kota bandarlampung menyambut prgram tersebut dengan menggandeng dinas pertanian kota Bandarlampung.  Tujuannya adalah membekali para santri agar nantinya memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam dunia usaha selepas dari pondok pesantren. (Sunarto)