puasa

Puasa Dan Kesehatan

Oleh: Rudy Irawan M,S,I, **

Ramadhan adalah bulan yang penuh limpahan keberkahan. Kaum muslimin menyambut gembira datangnya bulan penuh rahmat ini. Pada bulan itu, umat Islam diwajibkan puasa.
Puasa Ramadhan akan membersihkan ruhani kita, dengan menanamkan kesabaran, kasih sayang, sifat pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, menjauhi sifat tamak dan rakus, juga pengendalian hawa nafsu. Meskipun makanan dan minuman halal, kita mengawal nafsu kita sehingga kita tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari, karena mematuhi perintah Allah.
Ayat tentang puasa “Wahai orangorang yang beriman, diwajibkan atas kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al-Baqarah: 183) dimulai dengan kata-kata “Wahai orangorang yang beriman”, dan diakhiri dengan “Agar kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa”.

 

Maka jelaslah, puasa Ramadhan harus berdasarkan keimanan dengan tujuan ketaqwaan.
Untuk menjadi orang yang bertaqwa kepada Allah, kita diberi petunjuk, yakni berpuasa selama sebulan dalam bulan Ramadhan. Kita digembleng, melatih diri menahan hawa nafsu, dari makan dan minum, berhubungan badan di siang hari, menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia, seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, dengki dan khianat, memecah belah persatuan umat dan bangsa, dan berbagai perbuatan tercela lainnya. Rasulullah SAW bersabda, “Bukanlah puasa itu sekadar menghentikan makan dan minum, tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor.” Di samping bertujuan untuk membersihkan ruhani, berpuasa juga banyak sekali membawa manfaat kesehatan bagi tubuh kita. Yang sebelumnya organ-organ tubuh kita bekerja selama 24 jam, termasuk organ pencemaan, saat berpuasa di bulan Ramadhan tubuh dapat istirahat sejenak, sehingga memulihkan fungsifungsi yang ada di dalam tubuh kita. Allah berfirman, “Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”(Al-A’raf:31).

 

Rasulullah juga bersabda, “Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang.”Memang, tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi. Namun, jika kita makan berlebih-lebihan,sudah tentu akan membawa mudharat pada kesehatan kita.  Dalam hal berbuka puasa pun, sebuah hadits memberikan tuntunan, “Berbuka puasalah kamu dengan tiga butir kurma dan seteguk air minum, setelah itu bersegeralah shalat maghrib.” Jadi, sebaiknya jangan langsung makan malam.

 

Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah berbuka dengan ruthab (kurma yang matang dan empuk) sebelum shalat. Jika tidak terdapat ruthab, beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada kurma kering, beliau meneguk air.” (HR Ahmad dan Abu Dawud). Kurma adalah karbohidrat kompleks. Sebaliknya gula, yang terdapat dalam makanan atau minuman yang manis yang biasa kita konsumsi sebagai makanan berbuka puasa, adalah karbohidrat sederhana. Kurma dalam kondisi asli justru tidak terlalu manis. Kurma segar merupakan buah yang bernutrisi-sangat tinggi tapi berkalori rendah, sehingga tidak menggemukkan. Karbohidrat kompleks membutuhkan waktu untuk diubah tubuh menjadi energi. Dengan demikian, makanan diproses pelan-pelan dan tenaga diperoleh sedikit demi sedikit, sehingga kita tidak cepat lapar, dan energi tersedia dalam waktu lama. Sebaliknya, karbohidrat sederhana menyediakan energi sangat cepat, tapi akan cepat sekali habis, sehingga kita mudah lemas. Maka, ketika makan sahur, jangan makan yang banyak mengandung gula, karena kita akan cepat lemas. Untuk menjaga kesehatan, dan bahkan untuk terapi penyembuhan dari penyakit, berpuasa sangat dianjurkan.

 

Pertama, pengaruh puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek, di antaranya:
Menyehatkan sistem pencernaan. Dengan berpuasa, kita memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan. Sistem pencernaan akan istirahat selama lebih kurang 12 sampai 14 jam selama lebih kurang satu bulan. Jangka waktu ini cukup mengurangi beban kerja lambung untuk memproses makanan yang bertumpuk dan berlebihan.

 

Kedua, Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran. Puasa membersihkan tubuh dari sisa metabolisme. Saat berpuasa tubuh akan menggunakan zatzat makanan yang tersimpan. Bagian pertama tubuh yang mengalami perbaikan adalah jaringan yang sedang lemah atau sakit.

 

Ketiga, Menambah jumlah sel darah putih. Sel darah putih berfungsi untuk menangkal serangan penyakit, sehingga dengan bertambahnya sel darah putih secara otomatis dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Keempat, Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.

 

Kelima, Memperbaiki fungsi hormon. Keenam, Meremajakan sel-sel tubuh. Hati, lambung, dan organ vital istirahat pada saat puasa, sehingga terjadi regenerasi organ dalam da nsel-sel memiliki kesempatan memperbaiki diri. Ketujuh, Meningkatkan fungsi organ tubuh.

 

Kedelapan, Menurunkan kolesterol, mencegah pengerasan pembuluh darah, mengurangi risiko stroke, menurunkan tekanan darah tinggi,dan mencegah gangguan jantung. Kesembilan, Menurunkan berat badan dan mencegah kegemukan. Bagi mereka yang ingin diet, berpuasa juga dapat mengurangi berat badan berlebih. Puasa dapat menghilangkan lemak dan kegemukan.

 

Kesepuluh, Mengurangi risiko kencing manis (diabetes mellitus) tipe II. Dengan berpuasa, berarti kita juga melindungi tubuh dari penyakit gula. Kadar gula darah cenderung turun saat seseorang berpuasa. Hal ini member kesempatan pada kelenjar pancreas untuk istirahat. Kesebelas, Memperbaiki kondisi maag. Kedua belas, Meningkatkan kuantitas dan kualitas sperma.

Semoga puasa kita bernilai ibadah dan bermanfaat untuk kesehatan. Amin.

** Penulis adalah dosen UIN Raden Intan Lampung , dan juga bendahara PW Pergunu Lampung.

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this