hari pancasila oke

Membumikan Pancasila Pada Generasi Millenial

TULANG BAWANG BARAT – Rasa optimisme pada momentum Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni kemarin terus digaungkan oleh para generasi muda NU dan aktfis NU, Pancasila adalah sebagai inspirasi generasi millenial, seperti di ungkapkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Nuril Iman, Sabtu, (1/6) malam, melalui sambungan via telephone.

Baginya, pertama, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan plural, sehingga berpotensi besar kerawanan untuk perpecahan, sehingga memaknai kelahiran Pancasila sangat penting untuk dibumikan sejak dini. Kedua, tantangan bukan hanya dari dalam dan luar negeri, tetapi kemajuan teknologi merupakan bukti kemajuan peradaban sekaligus tantangan yang besar untuk diwaspadai, pemberitaan hoax,  komentar membangun atau adu domba menjadi hidangan generasi milenial dan Pancasila adalah solusi untuk yang tepat untuk mempertahankan keanekaragaman Indonesia.

“dan ketiga, Indonesia memiliki  generasi milenial dengan keunikan karakternya yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa, maka perlu upaya yang serius dalam menghidupkan dan upaya membumikan Pancasila kepada mereka, butuh pendekatan khusus untuk mengenalkan Pancasila kepada generasi muda saat ini”, tutup alumni Fakultas Tarbiyah IAIM NU Kota Metro ini.

Ditempat yang berbeda, Kasatsus Protokoler Satkowil Banser Propinsi Lampung M. Mahmudi, disela – sela memantau Posko Mudik di Kabupaten Lampung Tengah, menambahkan, dengan kemajemukan Indonesia, keberadaan Pancasila sebagai falsafah yang digunakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di negara kita ini sangatlah penting. Dan perlu dipupuk di dalam pemikiran generasi muda Indonesia agar nilai – nilai persatuan dan kesatuan dapat terus dipertahankan.

Dan Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lampung Tengah, Fakhrurrozi, menambahkan, Hari Lahir Pancasila memberi makna yang dalam, Pancasila bahwa menggambarkan negara kita yang majemuk dalam segala hal, baik dari sisi suku, agama, budaya. Kita juga beragam dalam sisi bahasa, semua digambarkan sebagai sosok burung Garuda yang secara simbolis adalah raja dari segala burung dan penguasa di udara.

“mental semangat juang kita bangsa Indonesia, adalah burung Garuda, simbol kebangsaan yang harus kita jaga, jika ada oknum atau siapapun yang akan mengganti sistem tata kenegaraan kita, salah satunya akan berhadapan dengan Ansor –Banser”, tutupnya. (Akhmad Syarief Kurniawan)