Screenshot_2018-05-16-07-11-19

Marak Aksi Teror Bikin Polisi ‘Parno’, Santri Merasa Kena Tumbal

BANDAR LAMPUNG – Teror bom yang terjadi di sejumlah wilayah, tampaknya membuat polisi ‘parno’. Efeknya, korps baju coklat membuat sejumlah penjagaan ketat dan sangat hati-hati.

Nah, sikap kehati-hatian ini justru membuat efek menyusahkan pada masyarakat, khususnya santri. Baru-baru ini, beredar gambar di media sosial dimana seorang santri terpaksa harus membongkar seluruh isi bawaannya di depan sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap.

Dalam video hampir setengah menit itu, santri bersarung, berjaket putih stip hitam dan mengenakkan peci itu terpaksa harus membongkar isi kardus di tangannya.

Dengan kesal, santri yang juga membawa tas ransel itu membongkar keluar isi kardus yang didalamnya terdapat celana dan baju.

Video itu sontak membuat netizen berkomentar. “Setelah teror dan aksi berjalan, Islam tercoreng. Selanjutnya giliran santri yang jadi imbas dan tumbalnya,” tulis Sunar dalam postingan whatsappnya.

“Waspada boleh, tapi jangan lebay,” tambahnya.

Diketahui, sejumlah kejadian bom, khususnya setelah aksi bom bunuh diri di Polrestabes Surabaya, membuat Polri siaga penuh.

Di Bandar Lampung, Polresta setempat sampai-sampai memasang pagar kawat berduri. Hal ini tak pernah dilakukan sebelumnya dalam 15 tahun terakhir. Penjagaan ketat serupa juga hampir dilakukan oleh seluruh Polres di Provinsi Lampung. (oil)

 

 

 

 

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this