IMG-20180330-WA0031

Mantan PB PMII: Kader PMII Harus Banyak Membaca, Bukan Cuma Banyak Gaya

BANDAR-LAMPUNG – Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun 2011-2014 Heri Cahyono, memberikan nasihat dan arahan kepada anggota maupun kader PMII Komisariat Raden Intan Lampung, di sekretariat Rayon Tarbiyah dan Keguruan, Jum`at, (30/03/2018).

Heri menyampaikan  kepada seluruh anggota maupun kader PMII agar lebih progresif dalam berorganisasi. “Malulah dengan status aktivis, kalau sama dengan mereka yang akademis atau yang romantis. Harus beda itu tidak masalah, kalau kita kalah dalam penampilan, maka kita harus menang dalam berpikir,” ucapnya.

Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga mengatakan, jika lifestyle tidak akan mampu menunjukkan kelebihan, berbeda dengan berorganisasi.

“Kemampuan seseorang dalam berorganisasi akan lebih dilihat orang lain dari pada hanya yang mengandalkan penampilan. Yang penting, kita harus perbanyak membaca, agar PMII ini tidak hanya memiliki kuantitas saja, tetapi juga kualitas,” pungkasnya.

“Ayo, tunjukkan bahwa diri kita ini kaum ilmiah, adu kemampuan berpikir. Kita harus perbanyak referensi agar kita mampu meningkatkan kualitas. Minimal, kita mengetahui bagaimana isu-isu lokal,  karena saat ini berbeda pada saat masa penjajahan, sulit mengetahui mana lawan mana kawan, berbeda dengan masa revormasi yang musuhnya satu karena sama-sama dijajah,” tambahnya.

Dirinya juga berpesan, dalam melaksanakan sesuatu jangan pernah setengah-setengah. Lakukanlah secara all out (totalitas). “Karena ketika kita berproses setengah-setengah, hasilnya-pun akan begitu, dan belum tentu semua kader akan menjadi orang yang sukses,  karena kesuksesan itu kembali pada diri sendiri,” paparnya.

Sementara, Ketua Kopri Rayon Tarbiyah, Sahabat Atma Fuji Izzaty, mengaku senang dengan kehadiran Heri Cahyono, yang tidak sekedar berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang keorganisasian dan pentingnya membaca, tetapi masih banyak lagi pengetahuan yang diberikan, khususnya materi kesetaraan gender.

“Pentingnya pembahasan kesetaraan gender memang tidak dapat dikupas tuntas dalam waktu beberapa jam, tetapi dengan pembahasan dan materi yang diberikan Bung Heri tadi soal bangaimana peran wanita dalam berorganisasi, cukup memberikan pemahaman baru tentang kesetaraan gender,” jelas Atma. (Muhammad Candra Syahputra)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this