foto www.konsultasisyariah.com

Malam Nuzulul Quran

LANGIT dunia siap dipantuli cahaya Alquran karena orang-orang beriman sedang berpuasa di Bulan Ramadhan. Seandainya saja Alqur’an turun tanpa disambut dengan puasa, dunia ini bisa hangus terbakar tak mampu menerima Cahaya Alquran.

Alquran diturunkan pada Malam Qadar, ibarat tumbu ketemu tutup. Alquran ibarat matahari, harus memantulkan keindahannya pada bulan.

Malam adalah menyibakkan selimutnya berubah seakan siang semua karena Alqur’an. Maka malam itu lebih utama dibanding 1000 bulan.

Alquran turun total malam itu karena kesempurnaan agama-Nya dilimpahkan pada umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang menjadi pusat gravitasi makhluk dunia akhirat. Dan umatnya juga sempurna. Maka berpestalah jiwa-jiwa suci malam itu.

Bagaimana Lailatul Qadar tidak lebih dahsyat dibanding seribu purnama, sedang ahli maksiat yang beriman saja jika disingkap hatinya, seribu matahari pun akan redup. Bagaimana jika yang disibak adalah hati orang shaleh? Akhirat kan bercahaya.

Bagaimana tidak 70 ribu lapisan cahaya dan kegelapan yang menirai-Nya, satu lapis tirai kegelapan tersingkap saja manusia merasa bertemu Tuhannya. Padahal masih puluhan ribu perjalanan Nur yang harus ditempuhnya. Oh, malam itu tiada terbayang.

(KH M. Luqman Hakim, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat)

 

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this