IMG-20181101-WA0000

Lestarikan Khazanah Keilmuan Pesantren Melalui Musabaqoh Kitab Kuning

LAMPUNG TENGAH – Menindaklanjuti surat DPP PKB No 27636/DPP-03/VI /B.1/X/2018 dalam rangka peringatan Hari Santri  2018. Dalam surat tersebut pihak DPP PKB menginstruksikan kepada  DPC se-Provinsi Lampung agar dapat mengirimkan peserta untuk mengikuti Musabaqah Kitab Kuning.

Menariknya sebelum digelar kegiatan  Musabaqoh Kitab Kuning digelar pula seminar regional tentang RUU Pesantren dan lembaga keagamaan yang dihadiri oleh Ibnu Multazam, Panja Baleg RUU Pesantren FPKB DPR RI, Prof.Dr. Phil.H.Kamaruddin Amin,MA  dari Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama RI dan  Hj Chusnunia Chalim,M.Si,M.Kn.,Ph.D (Wakil Gubernur  Provinsi Lampung Terpilih).

Ibnu Multazam, Panja Baleg RUU Pesantern FPKB DPR RI mengatakan,  RUU ini merupakan inisiasi dari fraksi PKB. RUU pesantren merupakan upaya untuk memberikan rasa keadilan terhadap lembaga pendidikan keagamaan, memberikan pengakuan terhadap alumni  pondok pesantren dan lembaga keagamaan lainnya. Rancangan Undang-undang (RUU) Madrasah dan Pesantren untuk saat ini dicoba untuk diperjuangkan. Perjuangan panjang tersebut dimulai pada sekitar pertengahan 2016.

“Pelbagai diskusi dan perdebatan mewarnai. Namun, tentu saja banyak pihak yang mendukung atas pengajuan draf RUU Pendidikan Madrasah dan Pesantren yang digagas oleh Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) pada 2016 itu,” kata Ibnu Multazam.

Dalam konteks ini, Ainur Rofiq dari Kementrian Agama RI menjelaskan pula bahwa ketika Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengesahkan RUU Madrasah dan Pendidikan Keagamaan menjadi RUU maka itu menjadi angin segar bagi kalangan santri. Sebab, pertama, memperjuangkan RUU Madrasah dan Pesantren tersebut pada hakikatnya memperjuangkan keadilan untuk mendudukan sesuatu pada proporsinya dan kapasitasnya.

“Dengan diterbitkannya RUU Pesantren, pesantren memiliki hak rekopmitif yaitu  kebebasan mengatur dirinya sendiri (dalam hal ini pondok pesantren). Selain itu dengnlan diterbitkannya RUU pesantren ini maka santri bisa mengikuti ujian formal. Alumninya diakui oleh lembaga atau instansi pemerintahan/ swasta terutama dalam dunia kerja,” ungkap Ainur Rofiq.

Kegiatan Musabaqoh Kitab Kuning yang  bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan khazanah keilmuan pesantren yang notabene  menjadi benteng kokoh dalam menjaga NKRI dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan ekstremis.

Dalam kegiatan ini masing DPC PKB mengirimkan 16 peserta berasal dari 4 pondok pesantren yang di laksanakan pada 30 Oktober – 1 Novmber 2018 di Pesantren Darul Hidayah, Jalan Tegal Rejo No 1 Kampung Uman Kecamatan Bandar Mataram Kabupaten Lampung Tengah. Nantinya para juara akan mengikuti grand final di DPP PKB Jakarta.

Sementara dalam ajang perlombaan ini dibagi atas usia 16-20 tahun dan 17-23 tahun untuk  jenis kitab yang di perlombakan adalah Fathul Qorib, Nazhom’imrithi, Ihya Ulum Muddin, dan Alfiyah Ibnu Malik dan jenis yang dilombakan Qiro’atul Kutub, dan Hifzul Qutub.

Dalam sambutannya Wakil Ketua DPW PKB Lampung Jauharoh Haddad mengatakan, acara ini merupakan kegiatan rutin  setiap tahun secara bergilir di tiap kabupaten kota se Provinsi Lampung.

“Untuk tahun ini lokasi kegiatan dipusatkan di Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan terhadap khazanah dan eksistensi pesantren yang telah memberikan konstribusi penting terhadap perjalanan bangsa Indonesia mulai era pra-kemerdekaan sampai saat ini,” pungkasnya. (RFz)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this