Donor darah kader Ansor Way Kanan--

Klinik ATS Ansor Way Kanan Sulap Sampah Jadi Pohon

WAY KANAN – Sebagai komitmen membantu masyarakat, menjaga lingkungan sehat dan lestari pinjaman generasi bangsa Indonesia. PC GP Ansor Way Kanan Lampung mendirikan Klinik Sekelik (saudara). Masyarakat bisa menyembuhkan penyakitnya dengan sedekah sampah.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, 278 km dari Kota Bandar Lampung, Minggu (28/1) menjelaskan, masyarakat bisa mendatangi Klinik Sekelik dengan membawa sampah anorganik dapat didaur ulang seperti kertas (koran, kardus, kertas buram, kertas putih, majalah, buku bekas).

Kemudian plastik (botol tempat shampo, botol/gelas air mineral, ember rusak). Lantas besi (kaleng, tembaga, kuningan, alumunium), tidak digunakan di rumah sebagai sedekah sampah.

“Untuk menyembuhkan penyakitnya, masyarakat bisa menyedekahkan sampah dimaksud, berapa pun dimilikinya yang ada di rumah daripada dibuang atau dibakar. Tapi tanpa membawa sampah anorganik pun, tetap bisa terapi kesehatan secara gratis,” kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu.

Klinik tersebut ditargetkan berada di 14 kecamatan. Kader Ansor telah dilatih penyembuhan akan berikhtiar membantu masyarakat menderita sakit. Pelayanan perdana di Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambangan Umpu, setiap hari mulai pukul 10.00 – 15.00 WIB. Informasi Azis Setiawan 0822-8078-6867.

“Turis yang berkunjung ke Way Kanan bisa bincang santai dengan sahabat Azis di Kampung Bumi Baru sambil terapi. Kader kita tersebut jago bahasa Inggris dan Arab,” seloroh penggiat Gusdurian Lampung itu.

Klinik Sekelik ialah tempat penyembuhan beragam penyakit medis dan non medis tanpa sakit dan menyakiti untuk siapa saja serta tanpa modus jual obat dengan menggunakan metode Aji Tapak Sesontengan (ATS), warisan jenius husada leluhur nusantara.

Klinik Sekelik ialah sinergi dan energi cinta Satsuswil Banser Husada Lampung, Gusdurian Lampung, Yayasan ATSGI Swarna Raya dan PC GP Ansor Way Kanan.

“Hasil sedekah sampah selanjutnya akan kami himpun untuk diuangkan guna membeli pohon produktif dan akan disalurkan bagi pihak membutuhkan sebagai sedekah oksigen,” tutur praktisi Neo Neuro Linguistic Programming itu pula.

Ia menambahkan, dampak negatif sampah dibuang sembarangan cukup beragam, seperti pencemaran lingkungan, timbulnya penyakit, penyumbatan saluran air hingga menganggu keindahan lingkungan.

Klinik sekelik merujuk Ar Ruum 41, Zaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidin nasi li yuziqahum ba’dal lazi amilu la’allahum yarjiun.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

“Ini ikhtiar mengedukasi sejumlah masyarakat muslim Indonesia supaya jangan gampang berteriak-teriak penistaan agama, namun tanpa sadar justru menistakan agama dengan membuang sampah sembarangan. Faktanya masih banyak yang suka membuang sampah sembarangan dari jendela mobil,” ujar Gatot. (Sunarto)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this