ichwan adji wibowo, ketua tanfidziah nu kota bandar lampung

Ketua PCNU Kota Bandar Lampung Himbau Warga Kota Untuk Menghidupkan Tradisi Yasinan Rutin

BANDAR LAMPUNG - Ketua PCNU Kota Bandar Lampung, Ichwan Adji Wibowo mengharapkan kepada masyarakat muslim Kota Bandar Lampung agar kembali menghidupkan atau mengaktifkan kelompok kelompok pengajian yasinan atau tahlilan rutin di komplek komplek atau lingkungan pemukiman di perkotaan.

Diharapkan melalui aktifitas tradisi yasinan atau tahlilan rutin di komplek komplek seperti itu, tidak saja akan terbangun masyarakat yang relugius, tapi juga sangat efektif menguatkan silaturahmi warga, membangun kepedulian dan kepekaan sosial.

Hal tersebut disampaikan Adji sapaan akrab ketua PCNU kota saat diminta tanggapannya tentang semakin memudarnya ikatan sosial masyarakat kota dan semakin hilangnya eksistensi majelis atau kelompok yasinan atau tahlilan rutin di Kota Bandar Lampung.

Seiring dengan pertumbuhan Kota Bandar Lampung menuju kota metropolis maka sisi kehidupan komunalitas (keguyuban) warga akan semakin memudar, masyarakat menjadi semakin sibuk, dan semakin hilang kesempatan untuk saling berinteraksi dengan sesama warga. Maka upaya menghidupkan tradisi yasinan rutin yang dulu menjadi tradisi masyarakat kita, menjadi solusi terbaik dalam upaya mengembalikan ciri khas dan tipikal kehidupan kemasyarakatan di Indonesia.

“Orang tua kita dulu, terutama di pedesaan sangat giat menghidupkan tradisi pengajian rutin yang diisi dengan yasinan atau tahlilan, biasanya majelis tersebut juga nenjadi forum untuk membahas semua persoalan warga, bahkan banyak juga yang menjadi kelompok produktif melalui penggalangan donasi warga untuk kegiatan sosial bahkan ekonomi” ujar Adji.

Maka agar tidak membosankan kegiatan pengajian yasinan rutin bisa dikemas sesuai kebutuhan dan keinginan warga, misalnya dirangkai dengan penyampaian moidhoh hasanah, atau menjadi forum diskusi membahas apa saja yang ada kemaslahatannya untuk warga.

Dengan tradisi ini maka soliditas, kekeluargaan dan persaudaraan warga muslim dengan tetangga semakin kuat. Dengan sendirinya akan terbangun simpati, empati dan kepedulian sosial sesama warga. Masyarakat yang solid dan berkekeluargaan akan memudahkan pemerintah dalam meningkatkan partisipasi warga.

Pada kesempatan tersebut Adji menghimbau agar jajaran pengurus ranting NU di seluruh kelurahan di Kota Bandar Lampung, agar menjadi inisiator dan muhariq (penggerak) untuk mengaktifkan kegiatan yasinan rutin di lingkungan pemukiman warga. “Saya minta ranting ranting NU di Kota segera bergerak menghidupkan tradisi baik, yakni yasinan rutin yang menjadi ciri masyarakat kita” pungkas Adji. (ESA)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this