IMG-20180331-WA0087

Jangan Kau Ganggu Islam Nusantara

Oleh: Mohammad Ichwan

Kelak, wayang kulit akan dikuasai katholik. Dakwah katholik akan sangat sukses menasranikan nusantara dengan wayang.

Karena umat Islam tidak mau menjaga warisan para sunan ini.

Padahal dulu seluruh umat Islam ngopeni wayang, dan wayang  adalah arus utama dalam masyarakat Islam. Dari sultan sampai sunan, sampai lurah dan kyai pesantren.

Well organized. Well paid.

Orang Islam kini hanya senang mendendangkan sholawat serba bahasa Arab. Langgar, masjid dan pesantren hanya kuyub oleh irama arab.

Wayang dan gamelan dijauhi, dicueki, bahkan dimusuhi. Kena pengaruh propaganda jahat wahabi, sehingga mengolok-olok wayang dan dalang adalah budaya orang abangan yang dekat kekufuran.

Sedangkan di katholik, gamelan menjadi alat musik resmi di gereja. Pastur dipanggil dengan nama “Romo” dan mengenakan beskap, juga lurik Jawa, lengkap dengan udheng atau blangkonnya.

Wahabi sukses membuang Jawa dari Islam, Katholik sukses membuang Islam dari Jawa.

Dana sangat-sangat  besar disiapkan untuk ngopeni wayang dan menyusun naskah dakwah injil dengan wayang.

Yayasan besar dengan dana unlimited,  memegang komando resmi dari Paus dan Uskup untuk memproduksi seni dan budaya jawa versi katholik. Dengan wayang sebagai instrumen utamanya.

Pendidikan dalang katholik tiada henti dilakukan. Pendidikan Pastur dan Frater dengan cara Jawa sangat intensif diprogramkan.

Sedangkan kita?

 

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this