IMG-20180702-WA0003

Cita-cita Organisasi Jangan Sebatas Konferensi

BANDAR LAMPUNG – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Manan Ghani menegaskan pentingnya sebuah jamiyah memiliki cita-cita dalam rangka mewujudkan eksistensi dan kekuatan organisasi.

“Diibaratkan  jika tidak ada cita-cita, maka tidak ada kakek yang akan menanam pohon kelapa dan tidak ada ibu yang mau menyusui anaknya,” katanya saat membuka musyawarah kerja wilayah (Mukerwil) PWNU Lampung, Minggu (1/6/18) di Asrama Haji Bandar Lampung. 

“Cita-cita harus ditulis, harus dilaksanakan dalam amal dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai cita-cita organisasi hanya sebatas konferensi, musyawarah kerja dan peringatan harlah saja. Banyak yang mengira besar dan bergerak namun ternyata tertidur,” terangnya.

Ketua LTM PBNU tersebut juga mengingatkan bahwa setiap pengurus yang diberikan amanah untuk menjadi pengurus NU, memiliki tugas dan tanggungjawab terhadap umat dari apa yang sudah diberikannya.

“Pengurus NU itu ya harus mau mengurusi masyarakat, jangan sampai sebaliknya justru pengurus malah menjadi urusan,’ tegasnya.

NU, lanjut Kiai Manan adalah Jamiyyah Dakwah Ijtimaiyyah Diniyyah (organisasi dakwah keagamaan) yang harus terus bergerak melakukan khidmah kepada umat. Pengurus berkewajiban untuk berkhidmat dengan ikhlas.

“NU harus kuat bersama dengan jama’ah dan umat, karena NU terlahir dari umat,” terangnya. (Sunarto)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this