IMG-20181125-WA0117

BEM STIT Pringsewu Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H

PRINGSEWU – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pringsewu menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H, yang bertempat di auditorium lantai 2 kampus setempat, Sabtu (24/11/2018).

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia yang juga anggota BEM STIT Pringsewu Juliansyah mengucapkan rasa syukur karena BEM STIT Pringsewu dan civitas akademika STIT Pringsewu dapat kembali menggelar pengajian akbar dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H Tahun 2018.

Lebih lanjut, Julian biasa ia disapa, peringatan Maulid Nabi ini memiliki arti yang sangat luas. Bukan hanya sekadar pernyataan kecintaan sebagai umat Nabi Muhammad SAW saja tapi lebih kepada meneladani akhlak dan perilaku yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebagai umat Islam kita bisa mencontoh dan meneladani sifat dan sikap yang diajarkan oleh Baginda Nabi Muhammad SAW,” ungkap mahasiswa semester 3 Prodi Manajemen Pendidikan Islam ini.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIT Pringsewu Muhammad Idris, M.Pd.I mengatakan kampus sangat mendukung dan mendorong kegiatan mahasiswanya, termasuk acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Maulid Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW, lanjut Idris, juga sangat mendorong agar manusia tidak miskin mental, sehingga Nabi Muhammad SAW telah berhasil membawa masyarakat yang luhur, berakhlak, memiliki sopan santun dan tata krama dalam pergaulan dan penuh peradaban serta menjadi suri tauladan.

“Alhamdulillah kita masih bisa mengikuti PHBI Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H / 2018 M, pihak itu bagi saya pembangunan mental spiritual itu penting untuk dilakukan, sebab apabila akhlak dan moral masyarakatnya baik maka pembangunan dibidang apapun pun dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu jangan mudah dipecah belah, diadu domba, hidup saling menghormati satu sama lain,” jelasnya.

Dalam ceramahnya, Kyai Ahmad Muadzin menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad ini berguna mengingatkan kembali, ada sebaik-baiknya idola, yakni Rasulullah Muhammad SAW. Karena selain sebagai kekasih Allah SWT, tetapi juga setiap syafaatnya selalu dirindukan umat Islam.

“Merayakan maulid adalah bentuk belajar kita mencintai, mencari ilmu, mendalami sifat dan keistimewaan Nabi Muhammad SAW agar keimanan serta ibadah kita bertambah termasuk, memelihara tiga bentuk ukhuwah (kesatuan), yakni Islamiyah (persaudaraan Islam), Basyariyah (kemanusiaan), dan Wathoniyah (kenegaraan),” Tegasnya. (Muhammad Idris)

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this