ramadhan

Agar Ramadhan Tak Sekedar Berpuasa

Oleh : Ust. Habibul Muttaqin SH.I

BULAN ramadhan merupakan  bulan penuh rahmat dan penuh ampunan. Ramadhan merupakan bulan musim kebaikan, dimana kita semua menjalankan ibadah dengan penuh semangat, berbondong-bondong, dan sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah. Ramadhan juga bulan kebaikan dimana setiap ummat muslim diwajibkan berpuasa.

Kita wajib mensyukuri masih diberikan umur panjang sehingga bisa menjumpai bulan ramadhan kali ini, sebab tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu, meskipun semua orang pasti menginginkan berjumpa dengannya.

Terdapat banyak sekali hikmah yang terkandung didalam bulan ramadhan. Diantara beberapa hikmah tersebut yaitu, hikmah hidup menjadi lebih teratur. Dengan menjalani ibadah puasa secara tidak langsung melatih kita untuk menerapkan pola hidup sehat secara teratur. Kita diajarkan untuk selalu menjaga kesehatanm dibulan puasa dengan makan dan minum sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Hikmah selanjutnya dari datangnya bulan ramadhan adalah dijadikan sebagai moment berkumpulnya dengan anggota keluarga. Terkadang karena dengan berbagai aktifitas maupun kegiatan, sehingga waktu berkumpul keluarga menjadi sesuatu yang mahal dan jarang terjadi. Namun hal itu berbeda ketika dibulan ramadhan, semua anggota keluarga akan menjadikan moment berbuka puasa bersama sebagai ajang untuk berkumpul dengan keluarga besar maupun sanak saudara. Inilah keistimewaan dari bulan ramadhan.

Bagaimana agar bulan ramadhan ini tidak sekedar dijalani sebagai bulan puasa semata?

Pertanyaan tersebut muncul ketika masuknya bulan ramadhan tak memberikan efek apapun terhadap diri kita, terutama dalam segi spiritualitas ibadah kita. Ramadhan tidak menjadikan keimanan serta keshalehan kita bertambah.

Agar bulan ramadhan menjadi lebih terasa bermakna, maka harus diberi porsi yang lebih dalam segi ibadah maupun amal kebaikannya. Seperti memperbanyak tadarus al Qur`an, dengan menghatamkan kitab melalui kegiatan kilatan, atau pun memperbanyak amal sholeh lainnya.

Dengan demikian, niscaya makna dari ramadhan akan terasa lebih dari hari-hari biasanya, yang pada akhirnya menjadikan ibadaha puasa kita benar-benar ibadah yang berkwalitas. Wallahua`lam.

(Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Yatim Piatu Mahmudah Bandar Lampung)

 

Beritahu temanmu dengan membagikannyaShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on TumblrShare on VKShare on YummlyShare on StumbleUponShare on RedditPin on PinterestEmail this to someoneDigg this